Home / KESEHATAN

Rabu, 11 Oktober 2023 - 10:02 WIB

15 Jenis Cairan Infus dan Fungsinya dalam Bidang Kesehatan

- Penulis

15 Jenis Cairan Infus dan Fungsinya dalam Bidang Kesehatan

15 Jenis Cairan Infus dan Fungsinya dalam Bidang Kesehatan

Moccaapedia – Infus merupakan salah satu metode pemberian obat dan cairan yang langsung menuju pembuluh darah. Terdapat 15 jenis cairan infus dan fungsinya yang harus diketahui oleh pekerja di bidang kesehatan.

Cairan infus biasanya diberikan ketika ada pasien yang melakukan perawatan di rumah sakit. Perawatan tersebut berbentuk sebuah kantong atau botol steril yang langsung diberikan melalui selang dari pembuluh darah. Selain itu, jumlah cairan infusnya juga berbeda tergantung dari kondisi pasien.

 

Baca Juga :   Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Saat Bulan Puasa

 

15 Jenis Cairan Infus dan Fungsinya

15 Jenis Cairan Infus dan Fungsinya dalam Bidang Kesehatan
15 Jenis Cairan Infus dan Fungsinya dalam Bidang Kesehatan

 

Infus adalah bentuk perawatan medis yang diberikan kepada dokter ke pasien yang membutuhkan. Perawatan medis ini bertujuan untuk memulihkan kondisi pasien dan jenisnya juga berbeda-beda.

 

  1. Cairan Kristaloid

Cairan kristaloid terbagi menjadi empat yaitu ringer asetat (RA), dekstrosa, ringer laktat (RL), dan normal saline. Adapun komposisinya adalah Na sejumlah 154 mmol. Berikut penjelasan mengenai keempat jenis cairan kristaloid.

  • Ringer Asetat (RA) adalah komposisi cairan yang sama dengan ringer laktat namun memiliki fungsi yang berbeda.
  • Dekstrosa adalah cairan berupa glukosa yang diberikan kepada pasien ketika membutuhkan terapi intravena serta pasien yang mengalami hidrasi setelah melakukan operasi atau saat melakukan operasi.
  • Ringer Laktat (RL) adalah cairan yang mengandung kalium. Manfaat dari RL adalah mengganti cairan yang hilang karena pasien mengalami dehidrasi. Selain itu manfaatnya adalah untuk membantu proses konduksi otak dan saraf. RL juga bisa untuk mengatasi syok hipovolemik dan kandungan natriumnya untuk menentukan tekanan osmotik.
  • Normal Saline mengandung natrium yang berfungsi saat pasien mengalami diare, menjaga cairan ekstraseluler dan elektrolit untuk meningkatkan metabolit nitrogen, dan mengganti cairan yang hilang di bagian intravaskuler.

 

  1. Cairan Manitol

Cairan manitol adalah salah satu dari jenis-jenis cairan infus yang memiliki kandungan berupa oksigen, hidrogen, dan karbon. Manfaat dari cairan manitol adalah untuk mengobati penyakit gagal ginjal, membuat ekresi pada senyawa toksik bisa menjadi meningkat, dan membantu tekanan intrakranial

Tidak hanya itu, cairan manitol bisa menjadi larutan irigasi genitouriner khusus untuk pasien yang menjalani operasi transurethral dan prostat.

 

  1. KA-EN 3A dan KA-EN 3B

Beberapa komposisi yang terdapat dalam jenis infus ini adalah sodium klorida, potassium klorida, sodium lactate, anhydrous dekstrosa, dan cairan elektrolit. Sedangkan untuk KA-EN 3B adalah cairan elektrolit, anhydrous dextrose, sodium lactate, sodium laktat, potasium klorida, dan sodium klorida.

Adapun manfaat dari kedua cairan ini adalah untuk membantu memenuhi kebutuhan pasien akan elektrolit dan cairan karena ada kandungan kalium di dalamnya. Tentu saja kandungan kalium tersebut benar-benar bisa membantu pasien yang sudah mengalami ekskresi seharian.

 

  1. KA-EN 4A

Salah satu dari 15 jenis cairan infus dan fungsinya adalah KA-EN 4A yang memiliki kandungan seperti Na, Cl, glukosa, laktat, dan K dalam 1000 ml. Adapun manfaat dari KA-EN 4 adalah bisa sebagai larutan infus untuk anak-anak dan bayi.

Selain itu, bermanfaat juga untuk membantu menormalkan kembali kadar kalium serum dalam tubuh pasien. KA-EN 4A juga bermanfaat untuk membantu pasien agar bisa mendapatkan kembali cairan yang hilang saat mengalami dehidrasi hipertonik.

 

  1. Otsu-NS

Otsu-NS adalah cairan infus yang di dalamnya terdapat kandungan berupa Cl dan Na. Adapun manfaat dari Otsu-NS adalah untuk mengganti kandungan Na dan Cl yang hilang dari tubuh pasien saat mengalami diare.

Pasien juga kerap kali kehilangan natrium dan mengalami asidosis diabetikum, luka bakar, insufisiensi adrenokortikal sehingga membutuhkan infus. Saat pasien mengalami dehidrasi akut juga membutuhkan cairan infus jenis ini.

 

Baca Juga :   5 Masalah Kesehatan Saat Puasa Sering Terjadi Ini Solusinya

 

  1. MARTOS-10

MARTOS-10 adalah cairan infus yang bisa membantu memenuhi kebutuhan akan karbohidrat dan air pada tubuh pasien diabetik parental. Selain itu, MATOS-10 juga bermanfaat dalam memberikan nutrisi eksogen ketika ada pasien yang mengalami kritis.

Biasanya MARTOS-10 mengalami penyakit yang cukup parah seperti tumor dan infeksi berat. Pasien yang mengalami defisiensi protein dan stress berat juga membutuhkan asupan cairan berupa MARTOS-10.

 

  1. AMINOVEL-600

Ada lagi salah satu dari 15 jenis cairan infus dan fungsinya yang dibutuhkan pasien yaitu AMINOVEL-600. Adapun komposisi dari AMINOVEL-600 adalah chloride, maleate, acetate, magnesium, potassium, sodium, riboflavin sodium phosphate, pyridoxine, nicotinamide, inositol, ascorbic, D-sorbitol, dan amino acid.

Adapun manfaat dari AMINOVEL-600 adalah sering diberikan kepada pasien GI untuk menambahkan nutrisi pada tubuh pasien. Selain itu, AMINOVEL-600 juga bermanfaat untuk meningkatkan kebutuhan metabolik pada pasien yang mengalami trauma setelah operasi, stres metabolik sedang, dan luka bakar.

 

  1. TUTOFUSIN OPS

TUTOFUSIN OPS adalah cairan infus yang di dalamnya terkandung magnesium, klorida, sorbitol, kalsium, kalium, dan natrium. Adapun kegunaan dari TUTOFUSIN OPS adalah digunakan sebagai pemenuh kebutuhan akan cairan elektrolit dan air pada pasien saat sebelum, sedang, dan setelah melakukan operasi.

Tidak hanya itu, manfaat dari TUTOFUSIN OPS adalah untuk membantu pasien agar mendapatkan cairan ketika mengalami dehidrasi isotonik atau saat kehilangan cairan intraseluler.

Di dalam cairan TUTOFUSIN OPS juga mengandung karbohidrat secara parsial yang bisa memberikan nutrisi kepada pasien di rumah sakit.

 

  1. AMIPAREN

Salah satu jenis cairan infus lainnya adalah AMIPAREN yang memiliki banyak kandungan di antaranya adalah leucine, isoleucine, valine, lysine acetate, threonine, methionine, tyrosine, arginine, dan masih banyak lagi.

Adapun manfaat dari AMIPAREN adalah untuk membantu pasien yang mengalami stres metabolik berat, kwashiorkor, dan luka bakar. Tidak hanya AMIPAREN juga berfungsi sebagai penambah stamina karena ada kandungan nutrisi.

 

  1. OTSU-RL

Lima kandungan dalam OTSU-RL adalah Ca, laktat, Cl, K, dan Na. Adapun manfaat dari OTSU-RL adalah untuk memberikan pasien tambahan ion bikarbonat dan bisa dijadikan sebagai cairan asidosis metabolik serta untuk resusitasi.

 

  1. KA-EN 4B

Berikutnya adalah KA-EN 4B yang berisi kandungan berupa Cl, glukosa, laktat, K, dan Na. Manfaat pemberian KA-EN 4B bagi pasien adalah untuk meminimalisi risiko terjadinya hipokalemia ketika pasien mengalami kekurangan kalium.

Selain itu, fungsi dari KA-EN 4B adalah untuk mengganti cairan elektrolit yang hilang pada pasien ketika mengalami dehidrasi hipertonik. Biasanya pemberian KA-EN 4B diberikan kepada pasien anak-anak yang usianya masih di bawah 3 tahun serta pada bayi.

 

  1. KA-EN MG3

Jenis infus berikutnya adalah KA-EN MG3 yang memiliki beberapa komposisi seperti cairan elektrolit seperti glukosa, Cl, K, Na sodium lactate, anhydrous dextrose, dan sodium klorida. Adapun kegunaan dari KA-EN MG3 adalah untuk menambah cairan elektrolit pada pasien walaupun pasien sudah mendapatkan asupan berupa oral.

Tidak hanya itu, KA-EN MG3 juga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan kalium pada pasien yang bisa dijadikan sebagai suplemen NPC.

 

  1. KA-EN 1B

KA-EN 1B memiliki komposisi berupa elektrolit, anhidrosis dekstrosa, dan sodium klorida. Manfaatnya adalah untuk menambah cairan elektrolit pada pasien yang mengalami dehidrasi dan tidak mendapatkan asupan berupa oral terbatas.

 

  1. Cairan Koloid

Salah satu jenis cairan koloid adalah albumin yang memiliki kandungan protein. Bermanfaat bagi pasien yang mengalami luka bakar, gagal ginjal akut, dan menurunkan berat badan.

 

  1. Asering

Terakhir adalah asering yang mengandung asetat, K, Ca, Cl, dan Na. Manfaatnya adalah untuk membantu pasien yang mengalami dehidrasi, trauma, dan luka bakar.

 

15 jenis cairan infus dan fungsinya akan membantu memenuhi kebutuhan nutrisi yang berkurang pada tubuh pasien.

 

 

Share :

Baca Juga

Jenis Penyakit Autoimun Beserta Gejala

KESEHATAN

Jenis Penyakit Autoimun Beserta Gejala
Level Taksonomi Marzano yang Tertinggi Adalah Self Sistem

KESEHATAN

Level Taksonomi Marzano yang Tertinggi Adalah Self Sistem

KESEHATAN

Peran Dancow Parenting Reward untuk Orang Tua
8 Cara Menjaga Kesehatan Saat Puasa Ramadhan Ini

KESEHATAN

8 Cara Menjaga Kesehatan Saat Puasa Ramadhan Ini
Ketahui Penyebab Pendarahan Otak, Sebelum Berakibat Fatal!!

KESEHATAN

Ketahui Penyebab Pendarahan Otak, Sebelum Berakibat Fatal!!
5 Olahraga Menaikkan Berat Badan Paling Efektif

KESEHATAN

4 Olahraga Menaikkan Berat Badan Paling Efektif
11 Jenis Penyakit Kulit yang Harus Diwaspadai

KESEHATAN

11 Jenis Penyakit Kulit yang Harus Diwaspadai
Yuk Simak 4 Jenis Olahraga Penurun Berat Badan Agar Kembali Ideal

KESEHATAN

Yuk Simak 4 Jenis Olahraga Penurun Berat Badan Agar Kembali Ideal